Monday, May 5, 2008

wanita itu bertudung jilbab

Pernah pada suatu hari seorang kepala desa bernama Tarmi Sugriwa begitu terpukau dengan keanggunan ibu muda itu, saat itu pak lurah hendak pergi kebalai desa, dan pak Tarmi melihat Ratih yang berbaju biru panjang dengan berjilbab warna ungu sedang menuju pulang kerumahnya dari pasar. Betapa cantiknya wanita ini…LurahTarmi membatin, dan bila dilihat dari bentuk tubuhnya pasti ibu muda ini mempunyai lekuk tubuh yang sangat menggairahkan yang tersembunyi dibalik pakaian yang dipakainya. Tiba tiba nafsu birahi Lelaki itu menggelegak, dan kebetulan arah mereka satu tujuan lalu mereka mengobrol bersama dalam perjalanan. Selama dalam perjalanan tiada bosan bosannya pak Tarmi melirik pada Ratih, dan ibu muda yang diliriknya semakin mempesona dengan lirikan mata mengundang nafsu birahi lurah Tarmi. Dan gayung pun bersambut dan Ratih pun isyaratkan minta disetubuhi oleh lelaki tua itu.Hingga saat mereka melintasi rumpun bambu yang lebat dan rimbun, pak lurah Tarmi tak tahan lagi membendung nafsu birahinya, lalu dipeluknya Ratih, dan dengan buas dilumatnya bibir Ratih hingga ibu muda itu mendesah nikmat. Mereka bersetubuh dengan posisi berdiri, tubuh pak lurah yang tinggi besar itu agak sedikit membungkuk saat memagut bibir sensual Ratih, dan dengan hanya mengangkat bagian bawah jubah Ratih sebatas pinggang, Keduanya memacu birahi dengan liarnya, Ratih mengerang manja saat penis besar panjang pakTarmi menyentak dasar rahimnya, gerakan tubuh ibu muda itu indah bagaikan penari jalang, tubuhnya yang berkeringat dengan nafas ngos ngosan Ratih menggoyang goyangkan pantat bulatnya yang diremas remas oleh pak Tarmi mengikuti irama kocokan penis besar itu, dan kedua payudaranya dihisap rakus oleh pak Tarmi setelah melepas kancing atas baju Ratih, sambil memacu kuat penisnya keluar masuk vagina Ratih.Sungguh pemandangan yang mempesona dipagi hari itu dikerimbunan pohon bambu Ratih nampak bagai orang yang kesurupan, dengan jilbab yang tetap menutupi rambut dan kepalanya yang terdongak keatas, Ratih memacu birahinya dengan mata yang merem melek didera nafsu. Desahan serta erangan manjanya ditempat yang sunyi terdengar merdu membangkitkan gairah kejantanan lelaki yang berusia 55 tahun itu. Pak Tarmi juga ikut meracau nikmat saat memacu birahinya…”Ouuughhh tempek bu Ratih enaak teunan legit dan sempit…Agggh yeaah gayel gayel memeknya”…ibu suka ya kalau saya entotin dengan berdiri, belum pernah ya ngentot berdiri dengan suami sendiri ?... Ayooo.. bu Ratih bilang ajaaa gak usah malu malu. Teruuus goyangin pantatnya dong buuuuu…Yeeah begitu bu goyang terus, aduuh biung enaaak banget sich memek seret ini. Ratih kian bernafsu saat mendengar racauan lurah Tarmi , dengan nafas memburu Ratih memeluk leher lelaki itu dan memagut bibir pak lurah yang tebal hitam itu, ia memutar mutarkan pantatnya mengikuti hujaman penis besar pak Tarmi. “ Oooooh ampuuuun..Uuuugggh pak…kontolmu besar sekali….Aduuuuh rasanya mentok pak….Ooooh panjangnya..terus entotin yang kuaaat pak. Ibu muda yang berjilbab ungu itu mengerang manja dengan tubuh bergetar saat mencapai puncak orgasmenya sampai dua kali, didalam dekapan erat lurah tua itu biji mata Ratih mendelik keatas dengan tubuh menegang berkejat kejat menggelepar. Tubuh yang tinggi besar pak lurah makin erat memeluk tubuh Ratih yang hendak jatuh terlentang, lelaki itu menjilati leher jenjang dan telinga Ratih sambil tangan kekarnya meremas kuat pantat ibu muda itu…akhirnya pak lurah Tarmi mengerang nikmat bagaikan seekor singa saat melepaskan lahar panasnya kedalam liang vagina Ratih. “Ooooh eaaanaaak…enaaaak rasanya memek ibuuu dan ngempot ngempot rasanya. “Oh jeng ayu”…Lain waktu kita ngentot lagi ya.. memeknya Jeng Ratih legit dan peret”… Pak lurah Tarmi tertawa puas sambil jarinya menyentil putting susu ibu muda itu, dan Ratih pun ikutan tertawa sambil meremas lembut batang kejantanan lurah Tarmi yang mulai menciut. akhirnya dengan tergesa gesa mereka membenahi pakaian kembali. Dan tanpa mereka sadari ada sepasang mata merah yang menyala menyaksikan persetubuhan mereka. Sepasang mata itu adalah mata yang penuh rasa cemburu penuh nafsu birahi saat menyaksikan Ratih disetubuhi lelaki tua itu. Makhluk itu selalu hadir dengan perintah gaibnya yang merasuki jiwa ibu muda itu,sejak dari tadi makhluk siluman itu menyaksikan persetubuhan mereka berdua. Makhluk siluman yang bernama Durga Geni itu adalah sebangsa Jin yan berujud Anjing hitam siluman, dan Durga Geni raib dengan seketika menjadi kabut putih, makhluk itu pergi dengan membawa kepuasan serta rasa cemburu pada ibu muda itu. Tiba tiba Ratih seperti dirasuki rasa penyesalan, namun ia sendiri tidak sanggup menolak kehadiran gairah nafsunya, seperti ada sesuatu yang menuntun nalurinya untuk melakukan persetubuhan. Akhirnya dengan pikiran yang berkecamuk buntu, Ratih mempersetankan itu semua karena ia merasa sudah terlanjur terjerat kedalam badai birahi yang sulit untuk dimengerti dengan akal pikirannya. Dan bukan hanya pak lurah saja yang telah mencicipi kehangatan tubuh Ratih, Di desa itu ada seorang anak tanggung yang bapaknya pemilik tambak ikan mas didesa itu, dan pemuda belia itu pernah juga merasakan nikmatnya memek Ratih yang hangat dan sempit itu. Marto yang baru berusia 16 tahun namun postur tubuhnya yang tinggi besar bagai orang dewasa, Marto begitu sangat kagum dan terpesona dengan kecantikan ibu muda itu. Pemuda yang baru kelas tiga SMP itu dengan membawa ikan mas yang dipesan Ratih pada bapaknya dari tambak, diantarkan kerumah Ratih yang jaraknya cukup jauh dari rumahnya. Sore hari itu Ratih sedang duduk menunggu diatas balai bambu depan rumahnya. Hanya dengan memakai daster berleher rendah Ratih sedang menikmati secangkir teh manis hangat. Suaminya sejak tadi pagi telah pergi kepelosok pelosok desa menjalankan tugasnya dan akan kembali esok lusa. Ketika Marto sampai dirumah ibu muda itu yang menyambutnya dengan senyum manis nan menggoda. Marto sering mengkahyalkan perempuan itu saat beronani, kini ia mendapatkan kesempatan untuk melihat lebih dekat lagi diri perempuan cantik itu yang tidak memakai jilbab saat berada dirumahnya. Dengan kepala tertunduk malu namun bagai elang mata Marto melirik pada payudara Ratih yang bulat mengkal bergantung indah menantang. kemudian Marto menyerahkan bungkusan ikan mas yang masih hidup itu pada Ratih. Dan tanpa sengaja tangan Marto menyentuh tangan ibu muda itu, seketika darah muda Marto berdesir dan ia nampak gugup sekali. Ratih yang melihat kegugupan pemuda tanggung itu jadi penasaran dan terus menggodanya dengan sengaja Ratih membungkuk memeriksa bungkusan itu, dan kedua biji mata pemuda itu kian melotot melihat buah dada ibu muda yang cantik itu penuh nafsu. Dengan meneguk air liur pemuda tanggung itu bergumam dalam hati..”Oooh alangkah nikmatnya bila aku bisa menyusu pada ibu yang cantik ini”. Kemudian Ratih menyuruh Marto untuk membawa masuk bungkusan itu kedalam rumahnya untuk diletakan diruang dapur, dan Marto pun menurut saja, Ratih kemudian ikut menyusul pemuda itu setelah suara bisikan gaib mempengaruhi jiwanya kembali. Saat itu Marto ada diruang dapur ia melihat ibu Ratih berdiri dibelakangnya dalam keadaan telah bugil. Detak jantung Marto kian berdebar saat melihat perempuan cantik itu telanjang bulat, dengan mulut ternganga dan bengong serasa seperti bermimpi. Dan kesadaran pemuda itu pulih kembali ketika Ratih berkata… “Marto bukankah kamu ingin melihatku yang telanjang begini…jangan kau bohongi dirimu…aku tahu kau selalu memperhatikan diriku saat aku datang ke tambak itu… matamu seperti menyembunyikan nafsu…aku tahu itu semua. Inilah saatnya untuk kau dapat menyentuh tubuhku. Lalu Ratih meraih tangan Marto dan dibawa ke bukit indahnya yang kenyal dan mengkal. Ratih seperti digerakan oleh sesuatu yang mendorong dari dalam dirinya untuk bertindak demikian itu dan batinnya tak mampu untuk menolaknya. Pemuda itu jadi bernafsu, dalam pikiran kotor Marto.. bukankah ini kesempatan ku untuk dapat menyetubuhi ibu muda yang cantik ini…kapan lagi kalau bukan sekarang dari pada aku mengkhayal terus sambil onani lebih baik kusetubuhi saja ibu muda ini.Dan tanpa canggung lagi Marto lalu meremas payudara Ratih serta mengisap pentilnya, keduanya kini dalam keadaan telah bugil, saling meremas saling mendesah…namun Marto masih takut dan ragu saat ingin menusukan penisnya keliang ibu muda itu. Ratih segera tahu dengan keraguan pemuda tanggung itu, dengan lembut dan mesra Ratih membisikan sesuatu pada pemuda itu. “ Marto aku tahu kalau kamu belum pernah menyetubuhi wanita..tapi tak usah takut..kau akan kubuat menjadi lelaki dewasa sejati, agar kau dapat merasakan betapa nikmatnya rasa memek ku, entah dari mana Ratih mendapatkan kata kata seperti itu. Aku juga tahu cah bagus, bahwa bapak mu sering juga diam diam melirik pada payudaraku yang tersembunyi dibalik jubah ku, dan dengan pandangan penuh nafsu bapakmu selalu melihat pada tonjolan dadaku sama sepertimu”.“Ayo Marto masukan penismu sekarang…yaaa begitu terus tekan…teruuuus. bless…Yeaaaach Seketika biji mata Marto terbeliak saat batang penisnya amblas..Marto merasakan kenikmatan yang belum pernah ia alami..liang vagina ibu muda itu berdenyut denyut mengurut batang penisnya. Walaupun Marto masih pemuda tanggung namun batang kejantanannya begitu besar dan panjang seperti milik orang dewasa. Ratih pun ikut mengerang saat penis besar Marto kandas didasar rahimnya. Lalu mereka berdua memacu birahinya, dan ibu muda itu dibuat mengerang dengan tubuh berkejat kejat oleh pemuda tanggung itu. Marto semakin pandai dan menjadi liar karena Ratih yang mengajarinya bagaimana cara memuaskan wanita, dan Marto pun berkelojotan saat penisnya diemut dan dikocok oleh ibu muda itu. Sungguh luar biasa kekuatan pemuda yang bernama Marto itu…hingga Ratih dibuatnya berkali kali mencapai puncak orgasme…”Ooooooh Marto teruuus enaak Marto…entotin aku yang kuat sayang…Aggggh kontol mu besaaar…enak panjaaaaang. Ooooh aku keluar keluaaaaaar….Maaaarto ampuuun..teruuus cah bagus.Marto dengan buas dan lincah menyetubuhi ibu muda itu, dengan geram Marto mengenyot serta menggigit gemas kedua payudara yang mengkal itu sambil menghentakan penisnya dengan kuat dan cepat. Tubuh Ratih bermandikan keringat dalam tindihan tubuh Marto dengan erangan histerisnya bagai orang yang kesurupan. Pemuda itu seperti bayi yang kehausan mengisap dan menggigit gemas putting susu Ratih hingga ibu muda itu menggelinjang nikmat. Pinggul Ratih bergoyang erotis mengikuti irama kocokan penis besar kuda jantan muda yang mulai tak teratur lagi. Pemuda itu merasakan ada sesuatu yang akan meledak dari dalam tubuhnya…dan Marto mulai meracau nikmat…Ooooh buuuu, enaaak rasanya memek ibu…aku suka memek ibuu” Ibu suka ngentot sama saya ya..Ooh ibuu cantik sekali….Oh bu aku mau keluaaaar…Aduuuh bu memek ibuuu rasanya berkedut kedut mengurut kontolku. “ Aku jugaaa…Aggggh Maaarto kontolmu mantap.. aku mau sampaiiiii…Martooo keluarin didalam aja ya..Ooooh terus sayang”…Ratih mulai berkejat kejat dalam hentakan penis Marto yang serasa membesar saat akan memuntahkan lahar panasnya. Ooooh bu kapan kapan aku mau ngentotin ibuuuu lagiiii yaa. Croot crooot kedua tubuh mereka mengejang dan bergetar hebat saat keduanya bersamaan mencapai puncak badai birahi. Semburan lahar panas pemuda itu begitu nikmat dirasakan oleh Ratih rasanya menyentak sampai keubun ubun, dengan tubuh yang melengkung keatas hingga mengangkat tubuh Marto…ibu muda itu menjerit histeris bercampur nikmat yang luar biasa, dan persetubuhan Marto dengan ibu muda itu telah membuat pemuda tanggung itu menjadi ketagihan. Dan bukan hanya Marto saja yang mendapatkan kehangatan liang vagina Ratih…Bapaknya si Marto pun pernah merasakan nikmatnya liang surga yang sempit milik ibu muda itu. Rupanya batang kejantanan bapaknya si Marto yang berusia 60 tahun itu lebih dahsat lagi mengobok obok liang vagina ibu muda yang berjilbab itu, dan ukuran penisnya bapak si Marto lebih panjang dan super besar lagi. Saat itu Ratih sedang disetubuhi dengan posisi menungging ditepi tambak dibalik batu besar, dengan mengangkat jubah ibu muda itu sampai sebatas pinggang, pak Garwo menghentakan batang penis besarnya keliang memek Ratih yang berkejat kejat didera nikmat…”Ooooh pak enaaak..kontolmu…aduuuh ampuuun, terus pak Garwo entot yang kuat”. Pak Garwo pun kian memacu penisnya dengan buas dan liar, karena sudah lama pak Garwo tidak menyentuh perempuan sejak ditinggal mati isterinya dan menduda selama lima tahun, saat dapat kesempatan menikmati tubuh montok ibu muda yang bahenol, membuat lelaki tua itu mengeluarkan jurus andalannya, pak Garwo tidak mau kalah dengan pendekar wanita muda itu dan semua jurus andalannya telah ia kerahkan. Kocokan penis panjangnya yang pelan namun hujamannya menyentuh dasar rahim Ratih hingga membuat ibu muda itu mengerang histeris. Dengan geramnya pak Garwo merenggut jilbab yang dipakai Ratih dengan kasar dan bernafsu, dan rambut panjang Ratih yang terurai, dijadikan seperti tali kekang saat lelaki tua itu memacu kuda betinanya yang meringkik dengan tubuh kian bergetar dan biji mata terbeliak keatas. Vagina ibu muda itu berkedut kedut saat batang kejantanan pak Garwo menggesek dindingnya yang dibanjiri lender kenikmatan. “Ohhh jeng ayu memek mu euunaak teunan..sempit dan peret” Ayo bilang Jeng Ratih mana yang besar kontol suamimu dengan punya ku…Ayo bilang ndak usah malu..yeaah goyang teruuus jeng pantatmu. Dengan gemasnya pak Garwo meremas buah pantat Ratih yang bulat indah itu seraya menyemburkan lahar panasnya. Oooooh ampuuuun pak besaaaar kontol bapaaaaak..Aggggh toloooong mas pardi aku dientot pak Garwoooo…ampunnn enaaak”. Ratih dengan tubuh berkejat kejat nikmat dengan mengerang histeris mendapatkan orgasmenya secara beruntun tiga kali. Dan persetubuhan ibu muda itu dengan pak Garwo membuat Marto ikut pula berkejat kejat menyemburkan pejuhnya saat mengintip bapaknya dari balik pohon waru sambil beronani.

2 comments:

nyamukbejat said...

manteb gan, tapi makhluk halusnya ngapain aja tuh ? gak ada terusannya,
jangan-jangan ikutan onani juga ya gan ?

heri said...

Aku malah jadi pingin ama pak lurahnya nich